Oleh: Desy Sari Ayunda

Pembelajaran Materi Besaran dan Satuan Dengan Metode Brainstorming Untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya dan Berpikir Induktif Siswa

Fisika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern serta mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Proses pembelajaran fisika saat ini berlangsung sebatas pada upaya memberikan pengetahuan deklaratif dalam menggunakan rumus-rumus menyelesaikan soal seperti yang telah dicontohkan sebelumnya (Purwanti & Manurung, 2015). Hasil penelitian Trends in International Mathematics and Science Studytahun 2007 memperlihatkan bahwa peserta didik Indonesia belum menunjukkan kualitas pendidikan yang memuaskan. Literasisains berada di urutan ke 35 dari 49 negara dengan pencapaian skor 433, dan masih di bawah skor rata-rata internasional, yaitu 500.

Kondisi seperti yang diungkapkan di atas juga masih terjadi dalam pembelajaran fisika di MAS Darul Ihsan Aceh Besar, khususnya pada materi besaran dan satuan hanya beberapa siswa yang mampu menuntaskan nilai KKM yaitu 75. Jika dilihat dari nilai rata-rata hasil ulangan, hanya satu kelas yang mencapai nilai 80 sedangkan kelas yang lain di bawah 75. Hasil observasi dengan guru fisika bahwa siswa kurang aktif dalam pembelajaran salah satunya kemampuan siswa bertanya. Hal ini disebabkan karena penerapan metode pembelajaran yang digunakan belum efektif dan efisien, dapat terlihat dari hasil belajar siswa pada pelajaran fisika masih relatif rendah.

Bertanya termasuk dalam kemampuan dasar pembelajaran, hal ini disebabkan karena ada dua tujuan penggunaan pertanyaan dalam proses pembelajaran. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Purnomo (2011:2), tujuan bertanya yaitu untuk mengetahui pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang dipelajari. Setelah akhir pembelajaran, guru akan memberikan seperangkat pertanyaan kepada siswa. Jawaban siswa menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi yang baru saja dipelajarinya. Dalam hal ini, pertanyaan digunakan sebagai alat evaluasi, dan bertanya juga berguna untuk membantu siswa berpikir dan bernalar. Hal ini seperti penjelasan sebelumnya yang mengatakan bahwa pertanyaan guru dapat mendorong siswa berpikir dan bernalar. Pemberian pertanyaan yang baik dan tepat berpotensi menciptakan situasi yang mendorong bahkan meningkatkan proses berpikir siswa secara induktif.

Mengenai kesenjangan diatas, berbagai upaya penyelesaian perlu dicari dan dilakukan agar kualitas proses pembelajaran dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Salah satu solusi pemecahan masalah persoalan tersebut adalah dengan metode pembelajaran brainstorming. Dalam metode brainstorming siswa diperbolehkan mengemukakan gagasan apa saja yangtidak dibenarkan adanya kritik, karena adanya kritik dapat merintangi adanya gagasan yang keluar. Evaluasi dapat disimpulkan jawaban dari berbagai pendapat yang diperoleh.

Metode brain storming memungkinkan siswa menjadi lebih produktif dan membuat suasana belajar menyenangkan. Penggunaan metode ini diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan produktivita ssiswa melalui pengembangan masalah yang dipecahkan atau pengungkapan pendapat yang kreatif memungkinkan siswa dapat memahami materi secara mendalam dan selanjutnya ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar (Syaifullah, 2007).


Bagikan Kegiatan Mahasiswa ini

Kegiatan Mahasiswa Lainnya