Oleh: Indah Wulandari

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) Terhadap Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Materi Usaha dan Energi pada Siswa Kelas X SMAN 2 Banda Aceh

Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan dan merupakan salah satu faktor yang menunjang kemajuan suatu bangsa. Dalam hal ini pendidikan sangat diperhatikan oleh pemerintah karena pendidikan merupakan salah satu alat untuk mencerdaskan bangsa. Pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama dalam pendidikan lembaga formal. Sebelum mendapatkan pelajaran formal disekolah, siswa sudah mendapatkan pengalaman dari lingkungan hidupnya. Ketika mendapatkan pengalaman tersebut, secara tidak sadar dia akan membangun konsep menurut pikirannya sendiri. Hal ini terbukti bahwa dari tahun ke tahun kurikulum pendidikan senantiasa mengalami perubahan yang mengarah pada kesempurnaan (Winkel, 1999).

Proses pembelajaran dan pengajaran yang sering mengecewakan, apa lagi dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Walaupun demikian, disadari bahwa ada siswa yang mampu memiliki tingkat hafalan yang baik terhadap materi yang diterimanya, namun kenyataan siswa sering kurang memahami dan mengerti secara mendalam pengetahuan yang bersifat hafalan tersebut (Sagala, 2005). Selain itu metode, cara, strategi, model dan pendekatan dalam pembelajaranpun terus di upayakan agar dapat melahirkan suasana belajar yang efektif yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan siswayang menjadi sasaran pendidikan. Semakin berkembangnya dunia pendidikan, semakin menuntut guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang mengaktifkan interaksi siswa dengan guru, siswa dengan siswa serta siswa dengan lingkungan.

Pembelajaran dengan model ini memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap hasil belajar siswa, dan juga dapat menjadikan siswa aktif serta memiliki keterampilan berfikir tingkat tinggi, mandiri dan percaya diri pada saat menyampaikan materi fisika. Pembelajaran berdasarkan masalah memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan, karena model pembelajaran berdasarkan masalah mempunyai manfaat mampu membantu siswa mengembangkan keterampilan berfikir, keterampilan menyelesaikan masalah, dan keterampilan intelektualnya yang tinggi sehingga peserta didik dapat dengan mudah memahami situasi yang riil maupun situasi yang disimulasikan dan menjadi peserta didik yang mandiri dan otonom.

Berdasarkan data UN dan hasil belajar di sekolah, dapat dilihat nilai fisika UN tahun 2016/2017 yaitu;pada tingkat nasional di SMAN 2 Banda Aceh nilai rata-rata yang diperoleh 45,79, terendahnya 5,00, tertinggi 94,00 dan standar deviasi 15,38.Tingkat provinsi Aceh nilai rata-rata yang diperoleh 31,09, terendahnya 5,00, tertinggi 77,5 dan standar deviasi 12,09. Tingkat Kab/Kota Aceh Besar nilai rata-rata yang diperoleh 34,55, terendahnya 15,0 tertinggi 72,5 dan standar deviasi 10,55. Jadi dapat dinyatakan bahwa masih rendahnya hasil belajar fisika selama ini, baik pada tingkat UN maupun tingkat UAS.

Mata pelajaran fisika merupakan salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains yang menuntut siswa terampil untuk menerapkan konsep dan prinsip sains yang diperoleh sehingga menghasilkan siswa yang berkualitas dibidang sains fisika. Untuk mencapai sasaran ini siswa di tuntut untuk melakukan kegiatan praktis yang merupakan hasil dari pengetahuan yang diperolehnya. Hal ini dikarenakan belajar fisika mencakup dua dimensi yaitu proses dan hasil, maka siswa tidak hanya sekedar mengingat saja apa yang dipelajari tetapi harus memiliki konsepsi yang benar. Kesalahan konsep yang telah terjadi pada diri siswa akan mengganggu efektivitas belajar serta mengganggu pemikiran siswa dalam menerima pengetahuan berikutnya. Oleh karena itu konsep dalam belajar fisika adalah suatu hal yang sangat mendasar untuk diupayakan perbaikannya dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Strategi dalam belajar sangat diperlukan untuk peningkatan prestasi belajar siswa. Dalam hal ini, strategi harus terus ditumbuhkembangkan pada diri siswa agar dapat meningkatkan minatnya mengikuti proses pembelajaran khususnya mata pelajaran fisika (Trianto, 2010).

Berdasarkan hasil studi kasus dan observasi di SMAN 2 Banda Aceh siswa kurang bergairah, kurang siap mengikuti pelajaran sehingga suasana kelas pasif. Umumnya mereka hanya mendengarkan ceramah dan menulis catatan yang diberikan oleh guru tanpa berani bertanya tentang materi yang kurang jelas. Sikap ini dimungkinkan karena perasaan sungkan, takut salah, ditertawakan atau mereka tidak menguasai materi yang diajarkan guru atau mungkin karena kakunya seorang guru dalam mengelola kelas. Padahal keberanian bertanya merupakan aktivitas penting dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran pada umumnya dilaksanakan oleh guru lebih banyak memberikan ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal dengan cepat tanpa memahami konsep secara mendalam. Hal ini menyebabkan siswa kurang terlatih dalam daya nalarnya ketika memecahkan permasalahan dan mengaplikasikan konsep-konsep fisika yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata (Nasution, 2006).

Salah satu faktor yang erat kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan adalah pengujian hasil belajar (Umar, 2005). Ujian mempunyai peran yang sangat penting sebagai quality control terhadap mutu pendidikan nasional. Wulan (2010) melakukan penelitian tentang peta kesulitanbelajar siswa disekolah menengah yang memiliki rata-rata nilai UN sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan belajar pada sebagian besar materi dan kompetensi esensial mata pelajaran. Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa proses pembelajaran, penilaiandan remedial teaching disekolah yang belum optimal mengakibatkan banyak siswa mengalami kesulitan belajar dimana penyelenggaraan proses pembelajaran di sebagian sekolah maupun satuan pendidikan dalam menghadapi UN belum optimal. Peneliti menduga strategi dan pendekatan pembelajaran serta usaha yang dilakukan guru fisika selama ini belum efektif, dari kenyataan yang ada peneliti mencoba mencari solusi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Hal ini sesuai hasil penelitian Sagala (2011) bahwa PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan memiliki keterampilan untuk memecahkannya. Demikian juga tentang konsepusaha dan energi. Usaha memiliki pengertian yang berbeda dalam ilmu fisika dan dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak bisa membedakan pengertian tersebut, akibatnya akan mengganggu pikiran siswa dalam belajar fisika karena konsep yang dimiliki berbeda dengan teori yang disampaikan guru.

Berdasarkan latar belakang tersebut penulis ingin meneliti tentang “Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Materi Usaha dan Energi pada Siswa Kelas X SMAN 2 Banda Aceh”. Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam belajar fisika, sehingga dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

Bagikan Kegiatan Mahasiswa ini

Kegiatan Mahasiswa Lainnya